Archive for the ‘IQ,EQ & SQ’ Category

Artikel : Mahalnya Harga Sebuah Emosi

Wednesday, December 2nd, 2009

Artikel ini dipetik dari rakan FB saya : Peduli Trauma

Banyak orang belum menyedari bahwa sebuah masalah emosional yang tidak ditangani membawa kesan yang luar biasa pada pola pikir(minda), perilaku, tindakan, keyakinan, dan dalam kehidupan seseorang.

Mari kita lihat beberapa contoh di bawah ini.

Belum lama ini ada orang laki- laki usia 45an tahun yang mengalami kekecewaan. Dari kekecewaan itu timbul dendam, amarah, dan kebencian. Tidak begitu lama orang ini banyak bengong , tidak ingat istrinya, keluarganya, termasuk siapa dirinya, dan mulai terganggu kesehatan fisiknya. Masuk ruang ICU beberapa kali, harus cuci darah, tapi berdasarkan analisa laboratorium orang ini tidak ada masalah dengan badannya. Tidak lama ajalnya tiba. Mati karena kekecewaan yang dialaminya.

Seorang wanita 40an tahun sudah belasan tahun menderita migren yang akut. Bila migrennya menyerang sudah dapat dipastikan ia hanya dapat tergeletak di kamarnya. Dua obat pereda sakit kepala yang ia minum sekaligus tidak cukup untuk menghilangkan derita di kepalanya. Sakit kepalanya hilang begitu masalah – masalah kemarahan dan kekesalan yang ia simpan dihilangkan.

Seorang pemuda 26 tahun mengalami trauma putus hubungan 5 tahun yang lalu dengan kekasihnya. Banyak kenangan, kesedihan, kemarahan yang tidak dapat ia lepaskan. Tidak saja ia menderita secara fisik dan mengalami insomnia, tapi akibat trauma tersebut membuat kehidupannya tidak punya arah lagi, putus kuliah dan takut untuk menjalin hubungan lagi dengan wanita lain.

Bapak berusia 45an tahun tiba – tiba jantungnya berdetak cepat ketika pikirannya tertuju pada anak perempuannya yang berada di kota lain. Bapak ini menyimpan kekawatiran terhadap kehidupan anaknya kelak karena bapak ini sedang menghadapi konflik dengan istrinya. Oleh dokter yang memeriksanya, bapak ini dinyatakan sehat jantungnya.

Seorang ibu sudah satu tahun mengalami serangan panic mendadak (panic attack). Serangan paniknya terjadi ketika ibu ini berada di tempat – tempat keramaian seperti mall, rumah sakit, pasar, super market. Ketika serangan datang, jantungnya berdetak cepat, keluar keringat dingin, kepala menjadi pusing, seluruh badan lemas, lalu terjatuh pingsan. Oleh suaminya pernah dibawa ke dokter ahli dan dilakukan tes laboratorium oleh dokter ahli syaraf, dokter ahli penyakit dalam, dan dokter ahli jantung. Satu kesimpulan yang diberikan oleh para dokter tersebut adalah di tubuh ibu tersebut tidak ada masalah!.
Rupanya, pemicu serangan paniknya adalah ketakutan yang besar pada penyakit kanker yang dideritanya.

Seorang wanita muda merasa cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia mengira pria teman dekatnya mencintainya. Kejadian tersebut membuatnya mengalami kesedihan dan kekecewaan yang mendalam. Efek lanjutan dari masalah emosional yang dialaminya adalah ia tidak mempunyai semangat untuk hidup, merasa rendah diri, malu, mengurung diri, makan dan mandi tidak teratur. Pernah diusahakan beberapa kali dimasukan ke pusat rehabilitasi mental dan tidak ada perubahan sama sekali. Kesehatan fisiknya pun ikut terganggu. Wanita ini mendapat masalah pada paru – parunya.

Dan masih banyak cerita – cerita masalah emosional seperti kekecewaan, kemarahan, kecemasan, kesedihan, ketakutan, dan trauma, yang terjadi dalam kehidupan seseorang.

Cerita di atas memperlihatkan bagaimana mahalnya harga sebuah masalah emosional bila tidak diatasi, yang dapat berdampak pada pola pikir, perilaku, tindakan, keyakinan, kesehatan fisik, hubungan keluarga, prestasi belajar, karir, dan kehidupan seseorang.

Banyak cara orang melarikan diri dari masalahnya, diantaranya adalah merokok, narkoba, banyak makan, banyak tidur. Ada yang melampiaskan kemarahannya pada orang lain, atau mengembangkan kebiasaan buruk.

Masalah emosional dapat menyebabkan anda membuat penilaian yang salah, bereaksi berlebihan, salah dalam menilai. Yang lebih buruk lagi, masalah emosional dapat mengakibatkan depresi, kecemasan, dan perasaan lainnya yang tidak anda inginkan. masalah emosional juga dapat mempengaruhi jaringan dan fungsi dari organ-organ tubuh anda, mendatangkan masalah pada kesehatan fisik anda, menyebabkan rasa sakit, kelelahan, dan penyakit.

Namun, tidak peduli seberapa besar anda menderita karenanya, energi emosi yang terjebak dan tak terlihat ini akan tetap tidak terdiagnosa dengan cara penyembuhan konvensional, sekalipun mungkin telah menjadi faktor utama penyebab pada fisik anda dan kesulitan-kesultan emosional.

Untuk melenyapkan berbagai masalah kesehatan karena masalah emosional, penyebab-penyebab utamanya yang harus dituju. Ada banyak obat-obatan yang dapat melenyapkan gejala-gejala dari suatu penyakit. Tetapi bila obatnya habis, gejala-gejala akan timbul kembali. Karena penyebab utamanya tidak ditangani.
Sangatlah penting bagi anda untuk menyadari dan membuang masalah emosional anda sebelum ia menyebabkan kerusakan lebih jauh.

Peduli Trauma

Murung/Depresi : Bagaimana Emosi Menganggu Kualiti kehidupan Anda

Tuesday, December 1st, 2009

“Saya cuba memberinya harapan lagi, menunjukkan kepadanya bahawa bolasepak bukanlah segala-galanya dan kami masih mempunyai kasih sayang antara satu sama lain. Saya sentiasa berada disisinya, dan saya percaya dengan cinta , kami boleh menghadapi masalah ini”

Teresa (Isteri Enke)

Awal November lepas, peminat bolasepak dikejutkan dengan berita Penjaga gol Jerman (Robert Enke:Enke) yang membunuh diri akibat kegagalan membendung tekanan emosi. Polis yang menyiasat insiden mengejutkan peminat bolasepak Jerman itu berkata sekeping nota terakhir mendedahkan Enke mengalamai tekanan perasaaan (emosi) yang melampau sehingga nekad mengakhiri hayatnya dengan sengaja melintas di depan kereta api yang bergerak laju di pekan kecil Neustadt am Rubenberge Jerman.

Difahamkan, di dalam nota terakhir Enke, dia meminta maaf kepada ahli keluarga dan petugas kelab yang sering membantunya kerana dengan sengaja “memperdayakan” mereka kononnya dia sudah sembuh daripada masalahnya. Enke yang pernah mengalami kemurungan (depresi) pada tahun 2003.

Kes Enke ini bukan kes terpencil. Sudah ratusan atau ribuan pesonaliti dunia yang mengalami masalah emosi seperti yang dilalui oleh Enke. Malahan dianggarkan jutaan penduduk dunia mengalami masalah emosi yang telah menganggu kualiti kehidupan mereka.

Masalah emosi selalunya dipendam dan “dilenyapkan” kesan kurang kesedaran dan kefahaman yang mendalam bagaimana mengurus dan mengatasi masalah ini.

Dikhalayak penduduk Malaysia, ramai yang lebih suka berjumpa bomoh, pawang dan ahli perubatan tradisional kerana tidak tahu bagaimana masalah ini boleh dihadapi dan dikendalikan dengan betul.

Insya Allah, melalui blog ini saya akan menulis dan mengupas kebanyakan isu-isu emosi dan bagaimana masalah ini boleh melemahkan potensi minda dan seterusnya potensi kehidupan yang anda miliki.

 

Workshop : Kuasa Minda & Terapi Emosi

Sunday, November 15th, 2009

Emosi dan Minda sangat berkait rapat. Emosi yang terganggu mempunyai tahap gelombang minda yang tinggi (di atas tahap gelombang Beta-13 ke 40Hz). Manakala emosi yang stabil dan sihat berada di pada minda yang tenang dan lebih “relax“. Emosi dan minda yang baik selalu berada pada tahap yang dipanggil “coherence” di antara otak dan jantung.

Stres akan menjejaskan tahap “coherence” pada denyutan jantung. Di mana apabila  kita berada pada denyutan jantung laju, ia menganggu sistem nervous, hormon, sistem motor, dan sistem immune tubuh badan kita.

Apabila tahap gelombang minda berada pada tingkat stres, emosi seseorang individu akan terganggu. Begitu juga jika sebaliknya. Melalui workshop yang telah saya kendalikan, kaedah mengurus emosi adalah sangat penting dalam meningkatkan potensi diri dan kemampuan minda seseorang individu. Dan seorang pengamal sains kekuatan minda selalunya lebih mudah memanipulasikan kemampuan dan potensi mindanya apabila memahami bagaimana kedua-dua elemen ini bekerja dan bertindak balas.

Walaupu diketahui MEDITASI adalah satu “alat” yang selalu digunakan di dalam teknik KUASA MINDA, didapati ramai pengamal gagal melakukan meditasi yang baik jika mempunyai tahap emosi yang tidak stabil atau kerap terganggu. Kerana itu melalui pengalaman saya sebagai seorang jurulatih mendapati ramai pengamal kuasa minda gagal dalam mendapatkan hasil yang mereka inginkan kerana tidak mengetahui impak emosi yang mereka miliki.

Kerana itu, saya akan mengendalikan dua workshop yang saling berkait dan mempunyai potensi dan kemampuan yang berbeza untuk dikembangkan.

Menggunakan pendekatan HOLISTIK dan ILMIAH, saya akan mengendalikan dua WORKSHOP iaitu :

1. WORKSHOP Terapi Emosi-Emotional Freedom Technique pada 12hb Dec 2009 bertempat di Kuala Lumpur (akan ditetapkan sedikit masa lagi).

2. WORKSHOP Penjanaan POTENSI dan KUASA MINDA pada 19hb Dec 2009 bertempat di AL QUDRAH Training & Consultancy Air Keroh Melaka.

Insya Allah..maklumat lengkap akan dikemaskinikan sehari dua lagi melalui Blog ini.

Sekian

Amar  Mahmood
Konsultan / Jurulatih
AL QUDRAH Training & Consultancy

Emosi & Stres

Wednesday, November 11th, 2009

Saya menerima banyak pertanyaan tentang workshop EFT yang saya kendalikan. Sudah tentu ini adalah satu feedback yang baik dan positif.

Pertanyaan yang banyak saya terima adalah berkenaan pengurusan stres yang banyak dikendalikan di dalam syarikat-syarikat perniagaan.

Apa yang saya ingin terangkan adalah, saya mengendalikan bukan sahaja latihan tentang pengurusan stres TETAPI saya menekankan tentang PENGURUSAN EMOSI.

Stres adalah emosi dan Emosi itu sendiri adalah satu subjek yang sangat besar. Ia bukan setakat pengurusan stres tetapi ia adalah menbentuk satu kesedaran tentang emosi anda. Manusia bertindak berdasarkan fikiran dan emosinya. Tidak hairan di dalam otak manusia terdapat satu komponen yang dipanggil “emotional brain”.

Malahan, kemampuan fikiran dan kecerdasan otak sangat berhubung kait dengan tahap emosi yang dimiliki oleh seseorang individu.

Kerana itu saya mahu kita mengenal bukan sekadar stres kita tetapi juga emosi kita yang lain.

Puasa: Sebagai Satu Terapi Holistik (Artikel 1)

Friday, September 4th, 2009

Daripada Uthman bin Abi al-‘As, telah bersabda Rasulullah SAW: “Puasa itu perisai, yang akan melindungi seseorang hamba daripada api neraka”. (Hadith)

Puasa adalah ibadah yang wajib dilakukan umat Islam. Puasa merupakan satu pelatihan dan terapi yang ampuh untuk menjadikan kita sebagai seorang insan yang lebih baik dari sebelumnya.

Ibadah puasa harus dihayati melangkaui takrif menahan diri dari lapar dan dahaga. Puasa merupakan satu terapi untuk kita bermuhasabah. Ia menuntut kesabaran dan memberi kekuatan pada mereka yang memanfaatkannya sebaik mungkin.

Puasa (bahasa Arab: ???) secara bahasanya boleh diertikan sebagai menahan diri. Daripada segi istilah syara’ bermaksud menahan diri daripada makan atau minum untuk suatu jangkamasa tertentu.

Puasa ertinya menahan diri daripada makan dan minum serta segala perbuatan yang boleh membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sehinggalah terbenam matahari. Umat Islam juga dikehendaki menahan diri daripada menipu, mengeluarkan kata-kata buruk atau sia-sia, serta bertengkar atau bergaduh. Ini kerana puasa merupakan medan latihan memupuk kesabaran, kejujuran serta bertolak ansur sesama sendiri.

Hadis Rasulullah s.a.w: Ditegaskan oleh Rasulullah s.a.w melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Ahmad, An- Nasa’i dan Al Baihaqi dari Abu Hurairah, yang bermaksud:

Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadhan bulan yang penuh berkat. Allah telah fardhukan ke atas kamu berpuasa padanya. Sepanjang bulan Ramadhan itu dibuka segala pintu Syurga dan ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala syaitan…….”

Ada empat (4) unsur penting yang kerap disebut sebagai melengkapi diri kita sehingga kita dapat hidup sebagai seorang Insan. Keempat unsur itu menjadikan kita sebagai individu yang kita lalui hari ini.. Keempat-empatnya adalah Jasmani (fizikal), Otak (Akal), Hati (Emosi), dan Kerohanian (spiritual).

 Di sinilah kita dapat melihat betapa besar peranan ibadah puasa dalam pembentukan peribadi. Ini kerana Puasa menunjukan kaedah atau satu terapi yang patut ditekuni kerana menyentuh keempat-empat elemen  yabg disebutkan di atas dengan jelas dan tepat.

Orang yang berpuasa, akan terawat (terpelihara) kesehatannya, karena sesuai dengan keterangan para dokter, puasa dapat menyembuhkan, setidak-tidaknya mengurangi penyakit tekanan darah tinggi, jantung, paru-paru, dan lain-lain.

 Ramadhan merupakan suatu hadiah, anugerah kepada dunia kesihatan kerana ia mampu meningkatkan taraf kesihatan masyarakat. Melalui kajian sains didapati berpuasa, akan menurunkan kadar glukos darah, tekanan darah, khasnya tekanan darah sistolik dan juga lipid darah. Puasa juga turut menurunkan berat badan.  Suatu kongres antarabangsa bertemakan “Kesihatan dan Ramadhan” telah diadakan di Casablanca, Morocco pada tahun 1996.  Pakar-pakar perubatan dari seluruh dunia telah membentangkan lebih kurang 50 kajian ketika itu. Kesemua kajian itu mengesahkan puasa mampu mencegah serta menyembuhkan pelbagai jenis penyakit yang dihidapi manusia. Kesimpulan kongres itulah yang  menekankan 4 fadhilat berpuasa dari sudut kesihatan yang jelas iaitu, menurunkan gula darah, tekanan darah, lipid darah dan berat badan.

Hikmah puasa pada kesihatan sangat banyak. Di samping manfaat fisiologi badan, ibadah puasa turut menambahkan kesihatan jiwa setelah dikaji dari sudut psikologi. Bacaan al-Quran pula meningkatkan daya ingatan di samping ketenangan jiwa. Solat tarawih pula melalui suatu kajian mendapati akan membakar rata-rata 10 kalori tenaga setiap raka`at, di samping meningkatkan kesihatan tulang, otot, sendi dan lain-lain.

Satu sumbangan besar ibadah puasa Ramadhan kepada manusia adalah dalam membantu mengatasi masalah merokok. Ramai perokok sering kali memikirkan untuk berhenti dari merokok dan sebahagian besar telah pun mencubanya beberapa kali. Kebanyakan mereka sedar yang merokok itu merosakkan kesihatan mereka dan juga menjejaskan kesihatan orang-orang di sekeliling mereka. Melalui kajian-kajian, didapati 70 peratus dari perokok-perokok ternyata telah pun mencuba berhenti merokok dan 40 peratus dari perokok-perokok mencuba berhenti setiap tahun. Kita telah kenal pasti sebab-sebab yang menyukarkan seseorang untuk berjaya berhenti merokok dan di antara punca utama ialah sifat ketagihan terhadap nikotin, suatu bahan yang terdapat dalam kandungan asap rokok. Perokok mengalami kesukaran berhenti merokok kerana tubuhnya yang telah terbiasa dengan dadah nikotin yang mana ketiadaannya dalam masa dua hingga empat jam akan mula mengalami gejala gian. Walaubagaimanapun, pada bulan Ramadhan al-Mubarak seorang perokok yang kuat sekalipun boleh berhenti merokok mulai dari sahur hinggalah masa berbuka yang melebihi 12 jam.

Sudah tentu hikmah puasa tersebut sangat banyak baik untuk kepentingan peribadi maupun untuk kepentingan masyarakat pada umumnya. Diantara hikmah-hikmah tersebut yang terpenting dan mampu dijangkau oleh akal pikiran manusia sampai saat ini antara lain :

a. Memelihara kesihatan jasmani (Fizikal)

Sudah menjadi kesepakatan ahli perubatan, bahawa hampir semua penyakit bersumber pada makanan dan minuman yang mempengaruhi organ-organ pencernaan di dalam perut. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan berpuasa organ-organ pencernaan di dalam perut yang selama ini terus bekerja mencerna dan mengolah makanan untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan.

Dengan berpuasa ini maka ibarat mesin, organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita menjadi sihat baik secara jasmani maupun secara rohani. Hal ini memang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim yaitu :

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : “Berpuasalah maka kamu akan sehat”

(HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)

Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :

“Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa”

(HR. Ibnu Majah)

Dalam penelitian ilmiah, kebenaran hadis ini terbukti antara lain :

1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diubati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang perubatan. Method ini juga dikenal dengan istilah “diet” yang bererti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu.

2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul “Al Islam wat Tibbul Hadits” menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, buah pinggang, dsb.

3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang perubatan menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.

4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika yang berjaya mengubati pesakitnya dengan  berpuasa setelah gagal menggunakan ubat-ubat ilmiah.

Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.

Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.

Allah berfirman yang maksudnya:

“Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (s.al-A’raf:31)

 Bersambung…..

Sumber: Artikel ini ditulis semula berdasarkan beberapa penulisan ilmiah yang boleh diperolehi di internet.

More evidence that fish is brain food

Monday, August 24th, 2009

NEW YORK (Reuters Health) – Older adults in developing countries who regularly eat fish seem to have a lower risk of dementia, a new study suggests.

Researchers found that among nearly 15,000 older adults living in China, India or one of five Latin American countries, the odds of having dementia generally declined as fish consumption rose.

For each increase in participants’ reported fish intake — from never, to some days of the week, to most or all days of the week — the prevalence of dementia dipped by 19 percent.

The findings, published in the American Journal of Clinical Nutrition, mirror evidence from some studies in developed nations.

The findings also suggest that the fish-dementia link does not simply reflect the benefits of a generally higher-quality diet. The study found that adults who got the most meat in their diets tended to have a somewhat higher prevalence of dementia than those who never ate meat.

The findings are based on a one-time survey and do not prove cause-and- effect, note the researchers, led by Dr. Emiliano Albanese of King’s College London in the UK.

“More substantive evidence,” they write, will come from the next phase of the research, which is following these older adults over time to see whether fish intake is related to the risk of developing dementia in the future.

If fish does protect the aging brain, researchers believe that the benefits probably come from the omega-3 fatty acids found most abundantly in oily fish like salmon, mackerel and albacore tuna.

Lab studies show that omega-3 fats have a number of properties that could help stave off dementia — including actions that protect nerve cells, limit inflammation and help prevent the build-up of the amyloid proteins seen in the brains of Alzheimer’s patients.

These latest findings are based on surveys of 14,960 adults age 65 or older living in China, India, Cuba, the Dominican Republic, Mexico, Peru or Venezuela. The relationship between higher fish intake and lower dementia prevalence was consistent across all countries, with the exception of India.

The link also held when the researchers factored in participants’ incomes, education and lifestyle habits like smoking and fruit and vegetable intake — suggesting that differences in socioeconomics do not fully account for the finding.

SOURCE: American Journal of Clinical Nutrition, August 2009.

Sumber: www.reuters.com / www.malaysiakini.com

MARHABAN Ya RAMADHAN…

Thursday, August 20th, 2009

KHUTBAH RASULULLAH SAW MENYAMBUT RAMADHAN

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara (fakir) dan masakin (miskin). Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-pungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-’Alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

(Sahabat-sahabat bertanya:” Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan:)
Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan- Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan , Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.

Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!
sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

 

Sekadar ingat mengingati buat diri saya sendiri dan kita semua..

PS: Selamat Menyambut Kedatangan Bulan Mulia Ramadhan Al Mubarak Buat Semua Pembaca Blog ini-AMAR MAHMOOD

Rahsia Hidup Penuh Dengan Kejayaan Dan Kemakmuran (Part 2)

Saturday, July 18th, 2009

“Jadi..apakah maksud yang betul Coach tentang Hukum Tarikan?” Tanya peserta workshop tersebut lagi.

“Pada saya; Hukum tarikan mengatakan – anda menarik apa yang anda getarkan (vibrasi)“jawab saya. “Jika anda katakan apa yang anda fokus, ia agak sempit. Tetapi jika anda katakan apa yang anda getarkan…ia lebih HOLISTIK“.

Nota: Maka, apakah yang “missing” dalam buku The Secret???

BACA LEBIH LANJUT DI SINI!!!

banner-eft.jpg

Off Topic : Calon IQ vs Calon EQ – Siapa Pilihan Di Manik Urai?

Monday, July 13th, 2009

Suasana politik sempena kempen pilihanraya di Manik Urai mengamit saya untuk memberi pandangan perbadi . Sebagai seorang Jurulatih dalam bidang pembangunan diri yang berasaskan kecerdasan IQ, EQ dan SQ, saya melihat pertembungan calon yang bertanding kali ini adalah berdasarkan pertembungan pesonaliti yang mempunyai dua ciri utama iaitu berlandaskan Kecerdasan Intelek (IQ) dan yang satu lagi berasaskan Kecerdasan Emosi (EQ).

Polimik yang berlangsung adalah kerana  Calon BN iaitu Tuan Aziz Tuan Mat yang merupakan seorang Pengurus Lembaga Kemajuan Kelantan selatan (Kesedar) yang dikatakan mempunyai kelayakan akademik yang lebih tinggi berbanding Calon PAS iaitu Fauzi Abdullah atau dikenali sebagai ‘Abe Uji’ yang merupakan seorang peraih dan pemborong Ikan di Kelantan. Isu pesonaliti ini menjadi pertaruhan akibat kematian Ismail Yaacob atau dipanggil ‘Pak Su Weil’ yang dikatakan seorang pemimpin yang mempunyai ciri  pemimpin yang mementingkan kebajikan dan boleh duduk sama dengan penduduk-penduduk di Manik Urai.

“..Kesimpulannya kini, baik Pas maupun UBN mereka harus mencari seorang calon yang mirip Pak Su Wil. Walapun sekolah tidak tinggi tetapi mempunyai hubungan mesra dengan rakyat. Yang dapat duduk di kedai-kedai kopi, sembahyang berjemaah di surau dan masjid, menyelesaikan masalah rakyat tidak kira siang dan malam, bertindak menjadi penghulu, keretanya dijadikan ambulan, atau private sapu dan rajin menziarahi orang sakit dan orang mati serta pandai mengambil hati anak-anak muda. Itulah wajah wakil rakyat yang diminati di Manik Urai.

Kelulusan, profesional atau ahli pidota, kaya, bangasawan, berkereta besar berbini banyak, mungkin tidak menjadi perhatian kepada masyarakat Manik Urai. Mereka yang rata-rata merupakan pendatang memenuhi tanah rancangan, lebih memberi tumpuan kepada perpaduan dan keintiman hubungan sesama sendiri.”

Mohd Sayuti Omar –Penganalisis Politik (msomelayu.blogspot.com)

IQ adalah kecerdasan yang berdasarkan pada kecerdasan kepintaran atau kebijaksanaan yang diukur melalui pencapai akademik. Manakala EQ yang kini semakin berkembang pesat dalam sektor pembangunan diri adalah istilah yang menerangkan individu yang memahami emosi sendiri, kebolehan mengendalikan emosi, memotivasikan diri, menyedari emosi orang lain dan mengendalikan hubungan silaturahim dengan orang lain. Terdapat enam domain utama EQ yang diterjemahkan oleh Mayer dan Solovey (1993) iaitu Kesedaran Kendiri, Mengendalikan Emosi, Empati, Berhubung, Kerjasama dan Menyelesaikan Konflik.

Di dalam buku Terkenal “Emotional Intellingence” oleh David Goleman (1995) mengatakan 80% kejayaan seseorang bergantung pada EQ atau kecerdasan emosinya berbanding dengan cuma lebih kurang 20% sahaja yang disebabkan oleh IQ atau kecerdasan Inteleknya. Pendapat ini sejajar dengan pandangan yang mengatakan kita memerlukan lebih daripada kecerdasan otak (IQ) supaya lebih berjaya dalam hidup.

Antara kajian terkenal yang dijalankan oleh Mayer mendapati mereka yang mempunyai tahap IQ yang tinggi, tidak semua mencapai kejayaan yang cemerlang sama ada dalam kerjaya mereka, mahupun dalam kehidupan peribadai masing-masing. Sebaliknya individu yang mempunyai EQ yang tinggi memperlihatkan pencapaian kehidupan yang lebih tinggi terutamanya melibatkan bidang kepimpinan.

Jika IQ sangat terkenal sebelum tahun 1990an, selepas tempoh tersebut istilah EQ mula menjadi kecerdasan yang diberi perhatian besar oleh pelbagai pihak . Pemimpin politik yang baik dan diterima ramai adalah pemimpin yang selalunya mempunyai tahap EQ tinggi di samping mempunyai kecerdasan intelek yang baik.

Apatah lagi di dalam skop pertembungan pesonaliti di Manik Urai di mana pesonaliti Allahyarham Pak Su Weil yang sebenarnya sangat dominan EQ-nya. Dari cerita dan informasi yang mudah diperolehi di kebanyakan media, jelas pesonaliti Pak Su Weil yang diceritakan memenuhi kriteria seorang pemimpin yang mempunyai tahap EQ yang tinggi. Apatah lagi bagi penduduk kampung dan pendalaman seperti Manik Urai, ciri-ciri kepimpinan yang berlandaskan EQ memang menjadi tarikan dan keutamaan bagi seorang pemimpin. Kerana itu adalah tidak menghairankan apabila Abe Uji dipilih sebagai calon PAS untuk mengantikan Pak Su Weil. Ini mengambarkan proses “mirrioring and matching” yang dilakukan oleh Pemimpin Tinggi PAS bagi memenuhi kehendakan penduduk Manik Urai itu sendiri.

Pemimpin yang baik dan disukai oleh rakyat adalah mereka yang mempunyai EQ yang tinggi. Ini kerana pemimpin tersebut lebih mudah memahami kehendak rakyat, menyelami perasaan mereka dan bijak menangani konflik dan membentuk hubungan yang akrab. Kerana itu Allahyarham Pak Su Weil sangat diingati oleh penduduk Manik Urai kerana kebijaksanaan EQ Allahyarham bukan kerana IQ-nya.

Di dalam pilihan rayakecil kali ini , sangat jelas kedua-dua calon adalah berlandaskan pemimpin yang bercirikan IQ dan seorang lagi lebih cerdas EQ-nya. Bagaimanapun di dalam politik yang serba kompleks, faktor-faktor lain turut akan mempengaruhi keputusan penduduk dalam menentukan undi mereka.

Jadi, siapa calon pilihan penduduk Manik Urai kali ini?

AMAR MAHMOOD
Jurulatih Pembangunan Minda
www.amarmahmood.com