Kredit kepada:- Artikel ini diambil dari rakan Facebook saya iaitu saudara Yatnovzky Sufry (Peduli Trauma). Mempunyai manfaat yang besar untuk dikongsikan.
Bila kita mempunyai pengalaman yang menyakitkan atau menyulitkan, dan kita juga tidak mampu menangani rasa sakitnya, atau mungkin hanya takut dibuatnya, kita sering mengabaikan emosi yang terjadi dan melibatkan diri pada kesibukan, berlatih lebih banyak, minum atau makan berlebihan, atau pura – pura hal itu tidak terjadi.
Jika hal ini terjadi kita tidak akan merasakan emosi dan hasilnya apa yang disebut menekan(repressed), menyembunyikan (surpress) atau memendam emosi (buried emotions).
Emosi tersebut tetap tinggal di tubuh kita, sendi – sendi, perut, rongga badan, di kepala kita, di punggung kita, atau di bagian lain di tubuh kita. Emosi tersebut tetap terpendam di dalam tubuh kita dan akan tetap ada sampai kita membawa emosi tersebut ke permukaan, merasakan emosi tersebut, lalu melepaskannya. Emosi yang terpendam dalam jangka panjang adalah emosi yang dapat menyebabkan penyakit pada fisik mulai dari rasa pegal pada badan, flu berkepanjangan, diare, hingga panyakit berat seperti diabetes, tekanan darah, jantung, gangguan ginjal, dan sebagainya.
Berikut adalah beberapa contoh cara – cara yang digunakan orang untuk menghindari merasakan emosi mereka:
- Mengabaikan perasaan Anda
- Pura – pura tidak terjadi sesuatu
- Makan berlebihan
- Tidak ada selera makan
- Memakan makanan yang dipenuhi oleh gula dan lemak
- Terlalu banyak meminum minuman keras
- Terlalu banyak menggunakan obat – obatan penenang
- Menggunakan obat resep seperti tranquilizers atau Prozac
- Berlatih di luar porsinya
- Perilaku kompulsif
- Sering melakukan aktivitas seks dengan atau tanpa pasangan
- Selalu membuat diri Anda sibuk
- Menganalisa dan intellectualizing secara konstan
- Terlalu banyak membaca atau nonton TV
- Bekerja berlebihan
- Menjaga pembicaraan yang dangkal
- Memendam emosi kemarahan di bawah topeng kedamaian dan cinta
- Menghindari membicarakan situasi tertentu
- Menghindari membicarakan seseorang
- Menghindar bertemu dengan seseorang
- Menghindar mengingat seseorang atau sesuatu kejadian
- Banyak tidur atau kurang tidur
- Menghindari pergi ke tempat umum
- Menghindari berada sendiri di rumah
- Dan lain – lain
Simptoms emosi yang terpendam
Memerlukan banyak energi untuk terus menekan dan memendam emosi kita. Jika Anda tetap memendam emosi dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut akan menurunkan vibrasi Anda secara keseluruhan, dan menurunya vibrasi mengarah pada terjadinya penyakit dan proses penuaan dini. Emosi yang dipendam dapat menciptakan kelelahan (fatique) dan depresi (kemurungan). Berikut adalah beberapa simptom utama emosi yang ditekan dan dipendam :
- Kelelahan (Fatique)
- Depresi tanpa sebab yang jelas
- Berbicara tentang isu – isu atau minat dari pada membicarakan perasaan atau masalah pribadi
- Berpura – pura tidak terjadi sesuatu walaupun sebenarnya tahu bahwa telah terjadi sesuatu pada dirinya
- Jarang berbicara tentang perasaan Anda
- Ledakan kemarahan pada insiden kecil
- Berjalan dengan rasa terikat di perut atau rasa kencang di tenggorokan Anda
- Merasakan kemarahan Anda tidak pada waktu yang sama dengan kejadiannya tapi beberapa hari kemudian
- Kesulitan membicarakan diri Anda
- Mempunyai masalah hubungan dengan keluarga, teman, atau kenalan
- Kurang ambisi atau motivasi
- Lethargic – sikap masa bodoh
- Kesulitan menerima diri sendiri dan orang lain
- Tertawa di luar sementara menangis di sisi dalam hati
Efek Emosi yang dipendam
Emosi yang dipendam dapat menjadi penyebab masalah utama pada tubuh fisik dan sistim energi, mempengaruhi pertemanan, dan terutama mempengaruhi kemampuan Anda untuk tumbuh secara spiritual dan menggeser tingkat kesadaran Anda.
Emosi yang dipendam dalam jangka waktu yang lama menjadi penyebab penyakit serius seperti kanker, arthritis, kelelahan kronis, migren, gangguan ginjal, diabetes, stroke, dan banyak lagi masalah kesehatan utama lainnya. Karena emosi yang dipendam dapat berada di tubuh atau aura Anda, hal itu dapat menyebabkan lubang pada aura Anda di mana energi Anda keluar dan membuat Anda lelah, mudah tersinggung, dan kepercayaan diri yang rendah.
Bila Anda memiliki emosi yang dipendam (repressed emotions), perilaku dan reaksi Anda terhadap kejadian saat ini adalah merupakan reaksi kejadian pada masa lalu sebagaimana juga reaksi Anda pada saat ini. Hal ini mempunyai pengaruh negatif pada seluruh hubungan di kehidupan Anda. Anda tidak dapat sepenuhnya hadir dengan orang yang Anda cintai sampai Anda melepaskan emosi – emosi masa lalu Anda. Anda memendam emosi tersebut karena Anda merasa ada rasa sakit hati dan sulit untuk menanganinya ketika emosi tersebut terjadi dan reaksi Anda pada kejadian saat ini dipengaruhi oleh rasa sakit yang masih terpendam di tubuh Anda.
Membutuhkan energi yang banyak untuk memendam emosi dan menjaganya agar tetap tependam. Hanya ada sisa energi yang tertinggal untuk aktifitas lain bila energi Anda digunakan untuk menjaga emosi tetap terpendam. Alamiahnya, emosi yang terpendam ingin muncul kepermukaan sehingga Anda menjadi sadar akan keberadaan mereka, merasakannya dan melepaskannya. Anda bekerja sangat keras untuk menjaga emosi – emosi tersebut tetap terpendam.
Tujuan utama kita sebagai manusia adalah terus meningkatkan level kesadaran kita dan hidup lebih spiritual atau hidup berdasarkan cinta. Semakin tinggi kesadaran yang seseorang miliki, semakin tinggi tingkat spiritual mereka. Semakin tinggi spiritualitas kita semakin dekat kita pada maksud tujuan kita, manusia yang penuh cinta. Anda tidak dapat bergeser ke tingkatan yang lebih tinggi sepanjang Anda masih memiliki emosi – emosi negatif yang terpendam di dalam diri Anda.
Love yourself!
PEDULI TRAUMA